Masjid di Gunungkidul Dibongkar Usai Donaturnya PHP

masjid-di-gunungkidul-dibongkar-usai-donaturnya-php

Masjid di Gunungkidul Dibongkar Usai Donaturnya PHP. Masjid Al Huda di Padukuhan Gari, Kapanewon Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, terlanjur dibongkar total pada November 2025 setelah pengurus diyakinkan ada donatur yang siap biayai renovasi hingga Rp1,8 miliar. Janji itu ternyata palsu, membuat warga kecewa berat. Kisah ini viral di awal Januari 2026, jadi pelajaran soal hati-hati terima janji donasi besar. Kini, warga gotong royong bangun kembali masjid dengan donasi mandiri yang sudah tembus Rp100 juta. BERITA BASKET

Kronologi Janji Palsu dan Pembongkaran: Masjid di Gunungkidul Dibongkar Usai Donaturnya PHP

Semuanya mulai saat dua orang, satu warga lokal dan satu dari kecamatan tetangga, datang ke takmir masjid. Mereka yakinkan ada donatur dari yayasan yang siap tanggung hampir seluruh biaya pembangunan baru. Syaratnya, masjid lama harus dibongkar dulu agar lahan kosong.

Pengurus dan warga percaya karena janji diulang berkali-kali, bahkan minta RAB lengkap dengan desain. Dalam dua hari saja, masjid dibongkar rata dengan tanah. Setelah itu, komunikasi putus dan dana tak kunjung cair. Saat dicek ke yayasan yang disebut, ternyata tidak ada persetujuan apa pun.

Dampak bagi Warga dan Ibadah: Masjid di Gunungkidul Dibongkar Usai Donaturnya PHP

Masjid Al Huda satu-satunya di padukuhan itu, layani 320 kepala keluarga atau sekitar 850 jiwa. Setelah dibongkar, warga terpaksa ibadah di musala kecil atau rumah tetangga. Ini ganggu aktivitas keagamaan, terutama jelang Ramadhan.

Warga sempat larang cari donatur lain karena yakin janji 99 persen cair. Kekecewaan besar, tapi mereka pilih ikhlaskan dan fokus bangun mandiri. Pondasi talut sudah mulai dikerja, pakai dana awal dari donasi kecil-kecilan.

Upaya Bangun Kembali dan Donasi Mengalir

Setelah viral, simpati datang dari mana-mana. Donasi masuk lewat transfer atau langsung ke lokasi, sudah capai Rp100 juta lebih. Kebanyakan dari luar Gunungkidul, tunjukkan solidaritas luas.

Warga kerja bakti bangun talut dan pondasi, meski bertahap karena dana terbatas. Pengurus buka rekening khusus untuk transparansi. Ini jadi bukti semangat gotong royong masih kuat di tengah kekecewaan.

Kesimpulan

Masjid di Gunungkidul dibongkar gara-gara donatur PHP, tapi warga tak patah arang dan mulai bangun kembali dengan donasi mandiri. Kisah ini ingatkan penting verifikasi janji besar, jangan mudah percaya tanpa bukti nyata. Dari kekecewaan jadi pelajaran berharga, sekaligus bukti solidaritas masyarakat bisa atasi masalah. Harapannya, masjid baru segera berdiri dan lebih megah, berkat usaha bersama semua pihak. Kasus ini juga jadi pengingat bagi semua soal kehati-hatian dalam urusan donasi.

BACA SELENGKAPNYA DI…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *