Sampah di Tangerang Selatan Sudah Mulai Diangkut. Setelah berbulan-bulan terhambat, pengangkutan sampah di Tangerang Selatan akhirnya mulai berjalan normal kembali sejak awal Januari 2026. Pemkot Tangsel mengumumkan bahwa truk pengangkut sampah telah kembali beroperasi penuh di seluruh kecamatan, dengan jadwal pengangkutan harian yang lebih teratur. Keputusan ini diambil setelah penyelesaian masalah pembuangan akhir di TPA Cikaret dan koordinasi intens dengan pemerintah daerah tetangga. Warga kini bisa bernapas lega karena tumpukan sampah di pinggir jalan mulai berkurang signifikan. Langkah ini menjadi angin segar bagi masyarakat yang selama ini mengeluhkan bau menyengat dan risiko penyakit akibat sampah menumpuk. BERITA VOLI
Penyebab Penumpukan dan Penyelesaiannya: Sampah di Tangerang Selatan Sudah Mulai Diangkut
Penumpukan sampah di Tangsel bermula dari akhir 2025 ketika TPA Cikaret mencapai kapasitas maksimal dan menolak menerima kiriman baru. Situasi ini diperparah oleh penutupan sementara akses ke TPA lain karena masalah teknis dan protes warga sekitar. Akibatnya, volume sampah yang masuk ke TPS sementara melonjak, membuat banyak truk tidak bisa lagi angkut karena tempat tujuan penuh.
Pemkot Tangsel kemudian melakukan negosiasi panjang dengan pemerintah daerah tetangga untuk membuka akses TPA alternatif. Kesepakatan akhirnya tercapai pada akhir Desember 2025, sehingga truk bisa kembali beroperasi mulai 2 Januari 2026. Selain itu, Pemkot menambah armada truk cadangan dan memperbaiki jadwal pengangkutan agar lebih merata di setiap kecamatan. Saat ini, pengangkutan sudah mencapai 90 persen dari volume normal, dengan target 100 persen dalam dua minggu ke depan.
Dampak bagi Masyarakat dan Lingkungan: Sampah di Tangerang Selatan Sudah Mulai Diangkut
Warga di berbagai kecamatan seperti Ciputat, Pondok Aren, dan Serpong merasakan perubahan nyata. Jalan-jalan yang sebelumnya dipenuhi tumpukan sampah kini mulai bersih, bau tidak sedap berkurang, dan risiko penyakit seperti diare serta infeksi kulit menurun. Beberapa warga mengaku lega karena bisa kembali beraktivitas tanpa terganggu bau dan pemandangan sampah berserakan.
Dari sisi lingkungan, pengangkutan yang kembali normal mengurangi pencemaran air tanah dan sungai akibat lindi sampah. Pemkot juga memanfaatkan momentum ini untuk mempercepat program pilah-pilih sampah di tingkat rumah tangga, sehingga volume sampah yang masuk ke TPA bisa ditekan. Masyarakat diajak lebih aktif memilah sampah organik dan anorganik agar proses pengangkutan lebih efisien.
Langkah Jangka Panjang dan Tantangan ke Depan
Pemkot Tangsel tidak ingin kejadian serupa terulang. Rencana jangka panjang mencakup pembangunan TPA baru di lahan milik daerah, pengembangan teknologi pengolahan sampah menjadi energi, serta peningkatan kapasitas TPS sementara. Program edukasi warga tentang pengelolaan sampah rumah tangga juga akan digencarkan melalui kampanye door-to-door dan media sosial.
Tantangan masih ada, terutama di wilayah pinggiran yang aksesnya sulit bagi truk besar. Pemkot berjanji akan menambah truk kecil untuk daerah tersebut. Selain itu, kerjasama antardaerah perlu diperkuat agar tidak tergantung pada satu TPA saja. Dengan langkah ini, Tangsel berharap bisa mencapai status kota bersih dalam waktu dekat.
Kesimpulan
Pengangkutan sampah yang kembali normal di Tangerang Selatan menjadi kabar baik bagi seluruh warga setelah berbulan-bulan menahan ketidaknyamanan. Penyelesaian masalah TPA dan koordinasi cepat menunjukkan komitmen Pemkot untuk menjaga kebersihan kota. Meski masih ada pekerjaan rumah, langkah ini jadi titik awal menuju pengelolaan sampah yang lebih baik dan berkelanjutan. Warga diimbau tetap disiplin memilah sampah dan melaporkan jika ada penumpukan di wilayahnya. Dengan kerja sama semua pihak, Tangsel bisa menjadi contoh kota bersih di kawasan Jabodetabek. Kebersihan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tapi juga kita semua.