Biduan Joget Saat Berada di Panggung Isra Mikraj

Biduan Joget Saat Berada di Panggung Isra Mikraj

Biduan Joget Saat Berada di Panggung Isra Mikraj. Acara peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW di sebuah masjid besar di kawasan Jakarta Selatan berubah menjadi sorotan luas setelah salah satu biduan yang tampil tiba-tiba menampilkan gerakan joget energik di atas panggung. Kejadian yang terjadi pada malam Rabu lalu ini langsung viral di berbagai platform media sosial. Video pendek yang menunjukkan biduan tersebut bergerak lincah mengikuti irama shalawat langsung menyebar cepat, memicu beragam reaksi dari warganet hingga kalangan ulama dan tokoh masyarakat. Banyak yang mempertanyakan kesesuaian gerakan tersebut dalam acara keagamaan, sementara sebagian lain menganggapnya sebagai bentuk ekspresi kegembiraan yang wajar. BERITA TERKINI

Kronologi Kejadian dan Penampilan Biduan: Biduan Joget Saat Berada di Panggung Isra Mikraj

Acara dimulai pukul 19.30 WIB dengan pembacaan Al-Qur’an dan tausiyah singkat tentang makna Isra Mikraj. Setelah itu, sesi shalawatan menjadi puncak acara. Biduan yang merupakan penyanyi nasyid cukup dikenal di kalangan anak muda tampil membawakan beberapa lagu shalawat populer. Pada lagu ketiga, irama yang lebih upbeat membuatnya mulai bergerak lebih bebas. Awalnya hanya goyangan kecil, namun seiring lagu memasuki bagian reff, ia menampilkan gerakan joget khas campuran dangdut dan modern dance: pinggul bergoyang, tangan melambai, serta langkah kaki yang ringan dan cepat.

Gerakan ini berlangsung sekitar 30–40 detik sebelum pembawa acara dengan cepat mengambil alih mikrofon dan mengarahkan kembali suasana ke bacaan doa. Beberapa jamaah terlihat tertawa kecil, sementara sebagian lain tampak kebingungan atau tidak nyaman. Video yang direkam dari beberapa sudut langsung diunggah ke berbagai grup dan akun pribadi, hingga mencapai jutaan penonton dalam waktu kurang dari 24 jam.

Reaksi Beragam dari Masyarakat dan Tokoh Agama: Biduan Joget Saat Berada di Panggung Isra Mikraj

Reaksi publik terbelah dua. Di satu sisi, banyak anak muda dan netizen menganggap penampilan tersebut sebagai bentuk kegembiraan yang manusiawi dalam memperingati kelahiran Nabi. Mereka berpendapat bahwa shalawat memang seharusnya membawa keceriaan, dan gerakan tubuh yang ekspresif tidak mengurangi nilai ibadah selama tidak melanggar batas aurat atau kesopanan. Beberapa komentar bahkan menyebutnya sebagai “refreshing” di tengah acara keagamaan yang sering terasa kaku.

Di sisi lain, banyak tokoh agama dan warga yang lebih konservatif menilai gerakan joget tersebut tidak pada tempatnya. Mereka berargumen bahwa panggung peringatan Isra Mikraj adalah ruang sakral yang seharusnya diisi dengan kekhusyukan, bukan hiburan panggung. Beberapa ulama lokal menyatakan bahwa meskipun niatnya mungkin baik, cara penyampaian perlu lebih dipertimbangkan agar tidak menimbulkan persepsi negatif terhadap acara maulid atau peringatan keagamaan.

Panitia acara kemudian mengeluarkan permohonan maaf resmi melalui media sosial, menjelaskan bahwa penampilan tersebut tidak direncanakan dalam rundown dan biduan yang bersangkutan sudah diberi teguran. Mereka menegaskan bahwa tujuan utama acara tetap untuk mengenang perjalanan Nabi, bukan untuk hiburan semata.

Dampak Lebih Luas dan Diskusi Publik

Kejadian ini memicu diskusi hangat tentang batas antara ekspresi seni dan kesakralan acara keagamaan. Di media sosial, tagar seperti #ShalawatJoget dan #IsraMikraj2025 sempat trending selama dua hari. Sebagian kalangan muda membela dengan alasan bahwa zaman sudah berubah dan generasi baru butuh pendekatan yang lebih dekat dengan bahasa mereka. Sementara itu, kalangan yang lebih senior mengingatkan pentingnya menjaga adab dalam acara yang berkaitan dengan Nabi.

Beberapa pengamat keagamaan menyarankan agar panitia acara ke depan lebih selektif dalam memilih penampil dan membuat pedoman jelas soal penampilan panggung. Ada juga yang mengusulkan agar shalawatan tetap menggunakan irama tradisional qasidah atau gambus agar suasana lebih khusyuk tanpa mengurangi daya tarik bagi anak muda.

Kesimpulan

Penampilan biduan yang joget di panggung peringatan Isra Mikraj menjadi momen yang tak terduga dan memicu perdebatan luas tentang cara terbaik menyampaikan kegembiraan dalam acara keagamaan. Meski niatnya mungkin untuk menghidupkan suasana, gerakan tersebut ternyata membelah pendapat masyarakat antara yang melihatnya sebagai bentuk kreativitas dan yang menganggapnya kurang tepat. Kejadian ini menjadi pengingat bahwa dalam konteks keagamaan, ekspresi seni harus sejalan dengan nilai kekhusyukan dan adab. Panitia, biduan, serta masyarakat kini punya bahan refleksi bersama untuk membuat peringatan besar seperti Isra Mikraj tetap sakral sekaligus menarik bagi semua kalangan usia. Yang jelas, momen ini berhasil membuat banyak orang kembali membicarakan makna sejati dari perjalanan malam Nabi Muhammad SAW.

BACA SELENGKAPNYA DI…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *