Mobil Pick Up Si Buhun Hilang di Bandung. Si Buhun, warga asli Bandung yang berprofesi sebagai pedagang sayur keliling, melaporkan kehilangan mobil pick up-nya ke Polsek Buahbatu pada Senin pagi, 19 Januari 2026. Ia mengaku terakhir melihat kendaraan itu sekitar pukul 22.00 WIB malam sebelumnya, terparkir rapi di halaman depan rumah dengan kunci kontak masih tertancap di dalam. Pagi harinya, saat hendak berangkat berjualan, mobil sudah tidak ada di tempatnya. Tidak ada tanda-tanda pemaksaan seperti pagar rusak atau bekas gesekan. Kasus ini langsung menarik perhatian karena mobil tersebut adalah aset utama penghidupan Si Buhun dan keluarganya. Polisi menyatakan sedang memeriksa rekaman CCTV dari lingkungan sekitar dan mendengar keterangan saksi mata untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi. BERITA TERKINI
Kronologi Kehilangan dan Saksi Mata: Mobil Pick Up Si Buhun Hilang di Bandung
Menurut laporan Si Buhun, malam itu ia pulang sekitar pukul 21.30 WIB setelah mengantar pesanan sayur ke daerah Dago. Ia memarkir mobil di halaman rumah yang cukup terang karena ada lampu jalan dan lampu teras menyala. Tidak ada suara aneh atau gerakan mencurigakan yang ia dengar. Pagi harinya, sekitar pukul 05.30 WIB, ia keluar rumah dan langsung terkejut karena mobil sudah lenyap. Tetangga sebelah, seorang ibu rumah tangga bernama Ibu Rina, mengaku sempat melihat dua orang asing berjalan di gang sekitar pukul 01.00 dini hari, tapi tidak curiga karena sering ada orang lewat. Satu saksi lain dari warung makan di ujung gang menyebut mendengar suara mesin mobil dinyalakan sekitar pukul 00.45 WIB, tapi mengira itu milik tetangga yang pulang larut. Tidak ada jejak ban atau tanda rem mendadak di halaman, menunjukkan kendaraan dibawa pergi dengan hati-hati tanpa paksaan kasar.
Penyelidikan Polisi dan Kemungkinan Motif: Mobil Pick Up Si Buhun Hilang di Bandung
Polisi Buahbatu langsung membentuk tim khusus untuk menangani kasus ini. Mereka memeriksa rekaman CCTV dari minimarket terdekat dan rumah warga yang memiliki kamera pengintai. Sayangnya, sudut pandang kamera tidak menangkap langsung halaman rumah Si Buhun, hanya menunjukkan bayangan kendaraan melintas di jalan utama sekitar pukul 01.10 WIB. Nomor polisi mobil sudah dimasukkan ke sistem pelacakan nasional, tapi hingga kini belum ada laporan penampakan. Penyelidik mempertimbangkan beberapa kemungkinan: pencurian biasa oleh maling kendaraan, pinjam pakai tanpa izin oleh kenalan dekat, atau bahkan motif balas dendam karena Si Buhun pernah berselisih dengan rekan bisnis. Tidak ada tanda-tanda bahwa kendaraan dibawa paksa dengan kekerasan, sehingga polisi menduga pelaku mengenal Si Buhun atau memiliki akses mudah ke kunci cadangan. Tim juga memeriksa riwayat pinjam-meminjam kendaraan yang sering dilakukan Si Buhun kepada tetangga dan saudara.
Dampak bagi Si Buhun dan Warga Sekitar
Hilangnya mobil pick up ini sangat memukul Si Buhun dan keluarganya. Kendaraan itu adalah satu-satunya alat transportasi untuk mengangkut sayur dari pasar induk ke pelanggan di berbagai kelurahan. Tanpa mobil, pendapatan harian mereka langsung turun drastis karena harus bergantung pada angkutan umum yang tidak fleksibel. Si Buhun mengaku sempat putus asa, tapi mendapat dukungan dari tetangga yang ikut mencari informasi di grup komunitas lokal. Warga sekitar kini lebih waspada terhadap keamanan kendaraan di halaman rumah, terutama malam hari. Beberapa keluarga mulai memasang pagar tambahan atau kamera pengintai sederhana. Kasus ini juga memicu diskusi di media sosial tentang maraknya pencurian kendaraan di kawasan pinggiran Bandung yang kurang pengawasan ketat.
Kesimpulan
Hilangnya mobil pick up Si Buhun di Bandung menjadi kasus yang menyita perhatian karena melibatkan aset penghidupan keluarga kecil dan berlangsung tanpa kekerasan mencolok. Polisi masih bekerja keras menelusuri jejak digital dan keterangan saksi untuk menemukan kendaraan tersebut. Si Buhun berharap mobilnya segera ditemukan agar bisa kembali beraktivitas normal. Kejadian ini mengingatkan warga untuk lebih berhati-hati dalam keamanan kendaraan, terutama di area perumahan yang ramai tapi minim pengawasan. Semoga penyelidikan cepat membuahkan hasil dan kasus seperti ini tidak berulang di masa mendatang.