Kebakaran Hutan Kalimantan Besar

Kebakaran Hutan Kalimantan Besar

Kebakaran Hutan Kalimantan Besar. Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan kembali menjadi perhatian serius sejak akhir Januari 2026. Hingga pagi 28 Januari, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat lebih dari 45.000 hektare lahan terbakar di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan. Titik api terbanyak berada di Kabupaten Kapuas, Barito Selatan, Pulang Pisau, dan Sintang. Asap tebal menyelimuti wilayah tersebut, mengganggu penerbangan di Bandara Tjilik Riwut Palangkaraya dan Iskandar Pangkalan Bun, serta menyebabkan kualitas udara di beberapa kota mencapai kategori tidak sehat hingga berbahaya. Situasi ini diperparah oleh cuaca kering ekstrem dan angin yang membawa asap ke wilayah pesisir serta ke Malaysia dan Brunei. REVIEW FILM

Penyebab dan Penyebaran Kebakaran di Kalimantan: Kebakaran Hutan Kalimantan Besar

Kebakaran dipicu oleh kombinasi faktor: musim kemarau panjang akibat pengaruh La Niña lemah, pembukaan lahan secara ilegal, dan pembakaran sisa tanaman di perkebunan sawit serta pertambangan. Suhu udara di Kalimantan mencapai 35–38 °C dengan kelembapan rendah (di bawah 50%), membuat api mudah menyebar cepat. Angin timur hingga tenggara dengan kecepatan 20–40 km/jam membawa asap ke arah barat laut, menutupi langit hingga ke Kalimantan Utara dan sebagian Sarawak. Satelit LAPAN-NASA mendeteksi lebih dari 1.200 titik api aktif pada 27 Januari malam, dengan 60% di lahan gambut yang sulit dipadamkan karena api bisa menyala di bawah permukaan. Di Kabupaten Kapuas dan Pulang Pisau, kebakaran lahan gambut mencapai kedalaman 1–3 meter, menghasilkan asap tebal yang bertahan berhari-hari.

Dampak terhadap Masyarakat dan Lingkungan: Kebakaran Hutan Kalimantan Besar

Hingga 28 Januari pagi, lebih dari 120.000 warga terdampak asap, dengan 28 sekolah ditutup di Palangkaraya dan sekitarnya. Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di Palangkaraya mencapai 250–320 (berbahaya), sementara di Pontianak dan Banjarmasin berada di kisaran 180–240 (tidak sehat). Ribuan warga mengalami gangguan pernapasan, iritasi mata, dan batuk kronis. Rumah sakit di Palangkaraya melaporkan lonjakan pasien ISPA hingga 40% dalam tiga hari terakhir. Kerugian lingkungan sangat besar: ribuan hektare hutan gambut terbakar, menghasilkan emisi karbon yang setara dengan jutaan ton CO2. Satwa liar seperti orangutan dan beruang madu di beberapa kawasan konservasi terancam karena habitat terbakar. Di sisi ekonomi, penerbangan terganggu menyebabkan kerugian maskapai dan pariwisata lokal, sementara perkebunan sawit di beberapa daerah terpaksa menghentikan aktivitas karena visibilitas rendah.

Respons Pemerintah dan Upaya Pemadaman

BNPB menetapkan status siaga darurat karhutla di tiga provinsi Kalimantan tersebut. Tim gabungan TNI, Polri, Manggala Agni, dan relawan dikerahkan dengan total lebih dari 4.500 personel. Helikopter dan pesawat water bomber diterjunkan untuk water bombing di titik api utama. Presiden memerintahkan percepatan distribusi masker dan oksigen ke masyarakat terdampak, serta penyaluran bantuan logistik darurat. Upaya pemadaman difokuskan pada lahan gambut dengan teknik water bombing dan pembuatan kanal blocking untuk memutus aliran oksigen ke api bawah tanah. Namun cuaca kering dan angin yang terus bertiup menyulitkan proses pemadaman. BMKG memperkirakan hujan baru bisa turun signifikan setelah 5 Februari, sehingga masyarakat diminta tetap waspada hingga awal Februari.

Kesimpulan

Kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan yang semakin meluas sejak akhir Januari 2026 telah menimbulkan dampak serius terhadap kesehatan masyarakat, lingkungan, dan ekonomi lokal. Dengan lebih dari 45.000 hektare terbakar dan ISPU di level berbahaya, situasi ini menjadi pengingat betapa rentannya wilayah gambut terhadap kebakaran di musim kemarau. Respons pemerintah sudah digerakkan dengan cepat, tapi tantangan cuaca dan lahan gambut membuat pemadaman masih sulit. Warga Kalimantan diminta tetap waspada, menggunakan masker, dan menghindari aktivitas luar ruangan saat asap tebal. Semoga hujan segera datang dan api dapat segera terkendali. Solidaritas dan kesiapsiagaan menjadi kunci menghadapi karhutla tahun ini. Tetap aman dan jaga kesehatan!

 

BACA SELENGKAPNYA DI…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *