Perundingan Damai Ukraina Lanjut di Abu Dhabi. Putaran ketiga perundingan damai antara Rusia dan Ukraina kembali digelar di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, pada 7–8 Februari 2026. Pertemuan trilateral yang difasilitasi Amerika Serikat ini melanjutkan dialog yang dimulai akhir Januari lalu. Delegasi Rusia dipimpin Direktur SVR Sergei Naryshkin, Ukraina oleh Kepala Kantor Presiden Andriy Yermak, dan AS oleh utusan khusus Steve Witkoff. Fokus utama putaran ini adalah perluasan koridor kemanusiaan, pertukaran tawanan tahap ketiga, serta pembahasan teknis zona demiliterisasi sementara. Meski belum ada terobosan besar soal status wilayah, kedua pihak menyatakan suasana diskusi lebih konstruktif dibandingkan putaran sebelumnya. INFO CASINO
Kemajuan pada Isu Kemanusiaan: Perundingan Damai Ukraina Lanjut di Abu Dhabi
Hari pertama perundingan (7 Februari) berhasil menyepakati perluasan koridor kemanusiaan di tiga wilayah: Kherson, Zaporizhzhia, dan bagian selatan Donetsk. Koridor baru ini akan diawasi bersama oleh Palang Merah Internasional dan memungkinkan evakuasi warga sipil serta pengiriman bantuan medis dan makanan. Kedua pihak juga sepakat menambah daftar pertukaran tawanan tahap ketiga menjadi 450 orang (225 dari masing-masing pihak), termasuk 150 tentara terluka berat dan 75 warga sipil. Proses pertukaran tahap ketiga dijadwalkan dilaksanakan dalam 12 hari ke depan melalui wilayah netral di Belarus.
Pembahasan teknis zona demiliterisasi sementara mencapai tahap detail: lebar zona 10–15 km di sepanjang garis kontak utama, dengan mekanisme verifikasi bersama menggunakan drone dan pengamat internasional. Namun kedua delegasi masih berbeda pendapat mengenai siapa yang harus mundur terlebih dahulu dan bagaimana menjamin kepatuhan.
Situasi Lapangan dan Reaksi Kedua Pihak: Perundingan Damai Ukraina Lanjut di Abu Dhabi
Selama dua hari perundingan, situasi di lapangan tetap tegang. Rusia melaporkan serangan drone Ukraina ke infrastruktur energi di Kursk dan Belgorod, sementara Ukraina mencatat kemajuan kecil di front Pokrovsk dan Toretsk. Kedua pihak saling tuding melanggar kesepakatan koridor kemanusiaan sebelumnya, meski tidak ada insiden besar yang mengganggu jalannya perundingan.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyatakan bahwa “setiap langkah kemanusiaan adalah prioritas”, tapi menegaskan integritas wilayah tidak bisa ditawar. Dari Moskow, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menyebut perundingan “masih bergerak ke arah yang benar” meski menekankan bahwa tuntutan teritorial Rusia tetap tidak berubah. Utusan AS Steve Witkoff menggambarkan suasana sebagai “lebih terbuka dan teknis” dibandingkan putaran sebelumnya, dan berjanji akan terus memfasilitasi hingga ada kesepakatan yang lebih substansial.
Prospek dan Tantangan ke Depan
Perundingan putaran ketiga ini menunjukkan bahwa dialog tetap hidup meski kemajuan masih lambat. Isu kemanusiaan menjadi area yang paling mudah disepakati, sementara pembahasan gencatan senjata dan status wilayah masih sangat sulit. AS mengusulkan formula “pembekuan konflik” sementara dengan jaminan keamanan multilateral, tapi proposal ini belum mendapat respons positif dari kedua belah pihak. Tantangan terbesar tetap pada kepercayaan yang sangat rendah: Ukraina khawatir Rusia menggunakan dialog untuk mengulur waktu, sementara Rusia menuntut jaminan bahwa setiap kesepakatan tidak akan dimanfaatkan untuk keuntungan militer Kyiv.
Kesimpulan
Perundingan damai Ukraina di Abu Dhabi pada 7–8 Februari 2026 berhasil mencapai kemajuan nyata pada isu kemanusiaan: perluasan koridor dan pertukaran tawanan tahap ketiga. Meski belum ada terobosan soal gencatan senjata atau status wilayah, suasana diskusi yang lebih teknis dan konstruktif memberikan harapan baru. Kedua pihak patut diapresiasi karena tetap menjaga saluran komunikasi di tengah pertempuran yang masih berlangsung. Dunia menunggu apakah momentum kecil ini bisa berkembang menjadi kesepakatan yang lebih besar. Perdamaian bukan hal yang mustahil—ia dimulai dari langkah-langkah konkret seperti yang terlihat di Abu Dhabi. Semoga putaran berikutnya bisa membawa hasil lebih signifikan bagi rakyat Ukraina dan Rusia yang sudah terlalu lama menderita.