Laptop ASN Puskemas Hilang Dicuri 2 Tekniki. Seorang aparatur sipil negara (ASN) di Puskesmas Teluk Gong, Jakarta Utara, kehilangan laptop kerjanya pada akhir Desember 2025. Laptop yang ditinggalkan di laci meja kerja raib tanpa jejak awal, tapi rekaman kamera pengawas (CCTV) mengungkap fakta mengejutkan: barang itu dicuri oleh dua teknisi yang sedang memasang jaringan internet di fasilitas kesehatan tersebut. Kasus ini langsung ditangani polisi setempat, dengan kedua pelaku berinisial J (38) dan RW (36) berhasil diamankan. Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan di tempat kerja, terutama saat ada pihak luar yang beraktivitas di dalam gedung. BERITA BASKET
Kronologi Pencurian: Laptop ASN Puskemas Hilang Dicuri 2 Tekniki
Pencurian terjadi saat dua teknisi sedang melakukan pemasangan kabel jaringan di Puskesmas Teluk Gong. Mereka memanfaatkan kesempatan saat ruangan sepi untuk membuka laci meja ASN tersebut dan mengambil laptop. Aksi ini terekam jelas oleh CCTV, meski awalnya tidak langsung terdeteksi. Korban baru sadar setelah memeriksa tempat penyimpanan dan langsung mengecek rekaman pengawas.
Dari footage, terlihat kedua pelaku bergerak cepat mengambil barang lalu meninggalkan lokasi. Polisi segera bergerak setelah menerima laporan, melakukan penyelidikan intensif berdasarkan identitas teknisi yang tercatat sebagai pekerja eksternal. Tak butuh waktu lama, keduanya ditangkap, dan pengakuan mereka mempercepat proses pengungkapan.
Pengakuan Pelaku dan Barang Bukti: Laptop ASN Puskemas Hilang Dicuri 2 Tekniki
Dalam pemeriksaan, kedua pelaku mengaku telah menggadai laptop curian di sebuah tempat gadai di Pasar Senen dengan harga Rp1,2 juta. Uang hasil gadai kemudian dibagi rata di antara mereka. Motif utama adalah kebutuhan ekonomi pribadi, tanpa perencanaan matang sebelumnya. Polisi berhasil menyita barang bukti berupa laptop yang sudah ditebus kembali, serta mengamankan rekaman CCTV sebagai alat bukti kuat.
Kapolsek setempat menyatakan bahwa kasus ini tergolong pencurian biasa, tapi menjadi pelajaran karena pelaku adalah pihak yang seharusnya dipercaya untuk bekerja di instansi pemerintah. Proses hukum terus berjalan, dengan ancaman pidana sesuai aturan yang berlaku.
Dampak dan Peningkatan Kewaspadaan
Kejadian ini mengganggu operasional puskesmas sementara waktu, karena laptop berisi data administrasi dan pekerjaan penting. Untungnya, tidak ada data sensitif pasien yang hilang secara signifikan. Pihak puskesmas langsung meningkatkan pengawasan, termasuk pembatasan akses bagi pekerja eksternal dan pengecekan rutin barang bawaan saat keluar masuk.
Masyarakat sekitar menyambut baik penangkapan cepat ini, karena menunjukkan responsivitas aparat. Kasus serupa di fasilitas publik menjadi pengingat bahwa keamanan internal perlu diperketat, terutama di akhir tahun ketika aktivitas meningkat.
Kesimpulan
Pencurian laptop ASN di Puskesmas Teluk Gong oleh dua teknisi menjadi kasus yang cepat terungkap berkat teknologi CCTV. Dengan penangkapan pelaku dan pengembalian barang, proses hukum diharapkan memberikan efek jera. Kejadian ini mendorong semua instansi publik untuk lebih waspada terhadap risiko dari pihak luar, sekaligus memperkuat sistem pengamanan. Pada akhirnya, kewaspadaan bersama tetap menjadi kunci utama mencegah kasus serupa, agar fasilitas kesehatan bisa fokus melayani masyarakat tanpa gangguan.