IHSG Anjlok 4,88% ke Level 7.922

IHSG Anjlok 4,88% ke Level 7.922

IHSG Anjlok 4,88% ke Level 7.922. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup anjlok 4,88% ke level 7.922,21 pada perdagangan 3 Februari 2026—penurunan harian terdalam sejak Juni 2022. Tekanan jual masif terjadi sepanjang sesi, terutama di saham-saham big cap dan sektor perbankan, dengan nilai kapitalisasi pasar tergerus lebih dari Rp 280 triliun dalam satu hari. Panic selling terlihat jelas dari order book yang dipenuhi order jual di harga limit bawah, sementara investor asing mencatat net sell Rp 2,8 triliun. Penurunan ini menjadi sinyal bahwa sentimen pasar sedang sangat rapuh setelah pengumuman kebijakan fiskal dan data ekonomi global yang mengecewakan. INFO CASINO

Faktor Penyebab Penurunan Tajam: IHSG Anjlok 4,88% ke Level 7.922

Beberapa katalis utama memicu aksi jual besar-besaran hari ini. Pertama, data inflasi AS Januari yang lebih tinggi dari ekspektasi pasar memicu penguatan dolar AS dan kenaikan yield US Treasury 10 tahun ke 4,62%. Hal ini langsung menekan aset berisiko di emerging market, termasuk Indonesia. Kedua, nilai tukar rupiah sempat menyentuh Rp 16.580 per dolar AS pagi ini sebelum sedikit terkoreksi. Ketiga, aksi profit taking massal setelah IHSG sempat rebound cukup kuat sepanjang Januari (naik sekitar 4,2% month-to-date sebelum hari ini).
Saham-saham bank besar menjadi korban utama: BBCA turun 5,2%, BMRI 4,9%, BBRI 5,1%, dan BBNI 4,7%. Sektor konsumer dan komoditas juga ikut tertekan. Investor asing mencatat net sell Rp 2,8 triliun hari ini, menambah tekanan jual domestik yang sudah panik. Volume transaksi mencapai Rp 19,2 triliun dengan 70% transaksi berasal dari investor ritel yang menggunakan margin atau cut loss otomatis.

Respons Pasar dan Perilaku Investor: IHSG Anjlok 4,88% ke Level 7.922

Panic selling terlihat sangat jelas dari order book: saham-saham blue chip dibanjiri order jual di harga limit bawah, sementara bid (order beli) sangat tipis. Volume jual mendominasi sejak pukul 11.00 WIB, dengan lebih dari 65% transaksi berasal dari investor ritel. Beberapa saham second liner bahkan sempat disuspensi karena penurunan lebih dari 20% dalam waktu singkat.
Di sisi lain, beberapa investor institusi besar terlihat mulai masuk secara bertahap di harga rendah pada penutupan, terutama pada saham bank dan konsumer defensif. Namun volume beli masih jauh lebih kecil dibandingkan aksi jual, menunjukkan sentimen masih sangat negatif. Analis pasar memperkirakan tekanan jual bisa berlanjut 1–2 hari ke depan jika tidak ada katalis positif dari dalam atau luar negeri.

Prospek Jangka Pendek dan Saran Investor

Penurunan tajam hari ini membuat IHSG kembali ke bawah level psikologis 8.000 dan mendekati support kuat di zona 7.800–7.850. Jika level tersebut jebol, potensi koreksi lebih dalam ke 7.600–7.700 tidak bisa diabaikan. Namun banyak analis melihat penurunan ini sebagai koreksi sehat setelah rally Januari yang cukup kuat, dan peluang akumulasi muncul bagi investor jangka panjang.
Rekomendasi umum: hindari panic selling di harga rendah, fokus pada saham fundamental kuat yang terdiskon berlebihan, dan siapkan dana cadangan untuk akumulasi bertahap jika IHSG rebound dari support. Investor ritel disarankan menahan emosi dan tidak menambah posisi margin di tengah volatilitas tinggi. Pantau data inflasi AS minggu depan dan perkembangan nilai tukar rupiah.

Kesimpulan

Penurunan tajam IHSG 4,88% ke level 7.922 hari ini menjadi pengingat bahwa pasar saham selalu punya sisi liar, terutama ketika sentimen global memburuk dan aksi profit taking bertemu panic selling domestik. Meski terasa menyakitkan bagi banyak investor, koreksi seperti ini sering menjadi kesempatan bagi yang sabar dan punya pandangan jangka panjang. Fundamental ekonomi Indonesia masih relatif kuat dibandingkan banyak negara emerging market lain, sehingga rebound tidak mustahil terjadi jika ada katalis positif dari BI atau data ekonomi AS yang lebih baik. Yang terpenting sekarang adalah menjaga disiplin, mengelola emosi, dan tidak terbawa arus panic. Pasar selalu berputar—hari ini turun tajam, besok bisa rebound sama tajamnya. Tetap tenang, tetap waspada, dan jangan lupa: investasi itu marathon, bukan sprint.

BACA SELENGKAPNYA DI…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *