Pemerintah Kebut Bangun Jembatan Untuk Akses Aceh – Medan. Sumatera masih merasakan getarannya pasca-banjir bandang dan longsor akhir November 2025. Hujan ekstrem yang dipicu siklon tropis Senyar sejak 23 November telah merenggut 883 jiwa, hilangkan 518 orang, dan lukai lebih dari 4.200 warga hingga 6 Desember. Dampaknya tak hanya nyawa: 3,2 juta jiwa terdampak, 746.200 mengungsi, dan infrastruktur hancur lebur—terutama jalan lintas Sumatera yang putus di puluhan titik. Akses Aceh ke Medan, urat nadi logistik dan mobilitas, lumpuh total setelah jembatan utama di Meureudu roboh. Kini, pemerintah kebut pembangunan jembatan darurat Bailey di lima titik kritis Aceh, target selesai Desember ini. Langkah ini bukan sekadar tambal sulam, tapi jembatan harapan bagi warga yang terisolasi, agar bantuan mengalir dan kehidupan bergulir kembali.
Dampak Banjir terhadap Akses Aceh-Medan
Banjir ini seperti pisau bedah yang potong urat nadi Sumatera. Jalan nasional lintas Aceh-Medan, rute vital sepanjang 600 kilometer, hancur di 18 titik: longsor tutup badan jalan, banjir rendam aspal, dan jembatan putus jadi pemandangan sehari-hari. Di perbatasan Pidie Jaya-Bireuen, Jembatan Krueng Meureudu runtuh total—arus deras sapu oprit dan bentang utama, isolasi 50.000 jiwa di Aceh Utara. Jalur Bireuen-Takengon putus di Jembatan Tepin Mane, sementara di Aceh Tengah, Jembatan Pelang hilang lenyap, putuskan akses ke dataran tinggi Gayo.
Di Sumatera Utara sisi, Sungai Deli luap genangi ruas Medan-Binjai, rusak empat titik rel kereta api yang baru pulih 3 Desember. Hingga 6 Desember, enam ruas jalan nasional Aceh masih terputus: dari Meureudu ke Bireuen, hingga batas Aceh Tengah-Nagan Raya. Dampaknya langsung: truk bantuan macet di perbatasan, harga beras naik 50% di Lhokseumawe, ambulans tak capai desa pedalaman. Warga seperti di Desa Manyang Cut, Pidie, kini nyebrang sungai pakai kabel baja darurat—risiko tinggi, terutama lansia dan anak. Kerugian ekonomi capai Rp68,67 triliun, termasuk rusak 295 jembatan dan 326 sekolah. Tanpa akses, evakuasi korban hilang mandek, dan wabah diare merebak di posko overcrowded.
Upaya Pemerintah Kebut Pembangunan Jembatan Darurat
Pemerintah tak diam tangan. Status tanggap darurat Aceh berlaku hingga 11 Desember, dengan BNPB mobilisasi TNI-Polri dan Kementerian PUPR. Fokus utama: bangun jembatan Bailey—struktur modular cepat pasang, tahan 50 ton beban, yang bisa jadi permanen nanti. KSAD Maruli Simanjuntak umumkan lima titik prioritas di Aceh: Meureudu untuk buka Aceh-Sumut, Awe Geutah ganti Kutablang di Bireuen-Lhokseumawe, Teupin Mane di Bireuen-Takengon, Jeurata di Pidie-Takengon, dan Krueng Beutong di Aceh Tengah-Nagan Raya.
Material Bailey drop dari Medan dan Jakarta via helikopter, pasok enam alat berat swasta. Di Bireuen-Aceh Utara, pemasangan mulai 30 November, target tiga hari selesai—kini 70% progress per 6 Desember. Yonzi TNI AD kerahkan 200 personel, geser panel baja 50 ton per jembatan, sementara BPJN Aceh timbun oprit darurat. Gubernur Aceh Muzakir Manaf instruksikan 24 jam kerja, kolaborasi dengan swasta seperti PT Hutama Karya. Di Sumut, jalur Medan-Binjai sudah buka parsial, tapi prioritas tetap hubungkan ke Aceh. Biaya sementara Rp200 miliar, dari anggaran darurat nasional—tapi hemat waktu, karena Bailey pasang seminggu vs beton enam bulan.
Tantangan dan Harapan Pemulihan Akses Aceh-Medan Jangka Panjang
Meski kebut, tantangan menumpuk. Cuaca hujan residu hambat helikopter drop material, longsor sisa bikin tanah labil—penimbunan oprit di Meureudu telat dua hari. Koordinasi antarprovinsi kadang macet tanpa sinyal, stok Bailey terbatas impor dari Jawa. Di lapangan, warga bantu gali saluran, tapi risiko kecelakaan naik: dua relawan cedera longsor kecil di Takengon. Komisi V DPR desak Kementerian PU percepat data kerusakan, integrasikan dengan mitigasi iklim—seperti reboisasi hulu sungai yang rusak tambang dan PLTA.
Ke depan, rencana lebih ambisius: bangun jembatan tahan banjir dengan fondasi dalam, tambah sensor peringatan dini BMKG. Target: semua akses Aceh-Medan normal Januari 2026, plus ekspansi tol Trans-Sumatera percepat logistik. Warga seperti Usman Abdullah di Bireuen bilang, “Jembatan ini bukan besi doang, tapi napas baru buat dagang dan sekolah.” Dengan gotong royong ini, pemulihan tak lagi mimpi.
Kesimpulan
Pembangunan jembatan darurat di Aceh jadi tonggak bangkit Sumatera dari duka 883 nyawa hilang. Dari Bailey di Meureudu hingga Teupin Mane, langkah pemerintah ini pulihkan akses Aceh-Medan, bantu alirkan bantuan ke 746.200 pengungsi. Tapi ini pengingat: banjir akibat deforestasi dan siklon ekstrem butuh pencegahan serius—drainase kuat, hutan lindung, dan koordinasi nasional. Sumatera tangguh, seperti selalu, dan jembatan baru ini simbolnya: hubungkan bukan hanya darat, tapi hati warga yang terpisah banjir. Semoga Desember ini jadi akhir gelap, awal jalan cerah menuju pulau emas yang aman.