Teka-teki Cairan Pembersih TKP Terapis Spa Dibunuh Terjawab

teka-teki-cairan-pembersih-tkp-terapis-spa-dibunuh-terjawab

Teka-teki Cairan Pembersih TKP Terapis Spa Dibunuh Terjawab. Misteri cairan pembersih yang ditemukan di tempat kejadian perkara pembunuhan terapis spa di kawasan Jakarta Selatan akhirnya terpecahkan. Polisi mengumumkan pada 13 Januari 2026 bahwa zat kimia tersebut adalah campuran khusus yang digunakan untuk menghilangkan sidik jari dan jejak darah. Penemuan ini menjadi kunci utama dalam mengungkap pelaku yang sempat membuat penyidik kebingungan selama hampir tiga bulan. Korban, seorang terapis wanita berusia 29 tahun bernama Rina, ditemukan tewas dengan luka tusuk di apartemennya pada Oktober 2025. Awalnya, polisi hanya menemukan sedikit sidik jari dan jejak darah yang terkontaminasi cairan aneh, sehingga identifikasi pelaku tertunda lama. BERITA TERKINI

Penemuan Cairan dan Analisis Forensik: Teka-teki Cairan Pembersih TKP Terapis Spa Dibunuh Terjawab

Cairan bening berbau menyengat itu ditemukan di beberapa titik ruangan, termasuk di gagang pisau pembunuh dan di sekitar tubuh korban. Tim Inafis awalnya menduga itu adalah pembersih rumah tangga biasa, tapi uji laboratorium menunjukkan kandungan zat aktif yang sangat kuat untuk melarutkan protein dan minyak. Setelah analisis lebih lanjut, polisi menemukan bahwa cairan tersebut adalah campuran rumahan dari beberapa bahan kimia industri yang mudah didapat di toko bahan bangunan. Pelaku sengaja membawa dan menyemprotkan cairan itu ke seluruh area TKP untuk menghapus jejak biologis. Teknik ini cukup efektif sehingga sidik jari pelaku di pisau hampir hilang total. Namun, sisa cairan yang tertinggal di botol kecil di tempat sampah apartemen menjadi petunjuk penting. Botol itu masih berisi sisa cairan, dan sidik jari pelaku yang tidak sempat terhapus berhasil diambil dari bagian tutup botol.

Identifikasi Pelaku dan Motif Pembunuhan: Teka-teki Cairan Pembersih TKP Terapis Spa Dibunuh Terjawab

Dengan sidik jari dari botol, polisi langsung melakukan konfrontasi terhadap seorang pria berusia 35 tahun berinisial DS, mantan pacar korban. DS ternyata pernah bekerja sebagai teknisi di perusahaan kimia dan memiliki pengetahuan tentang bahan pembersih industri. Ia mengaku sengaja membawa cairan tersebut untuk menghapus jejak setelah melakukan pembunuhan. Motifnya adalah dendam karena Rina memutuskan hubungan dan menolak kembali setelah DS terlibat masalah utang. Pembunuhan dilakukan dengan pisau dapur milik korban setelah pertengkaran hebat di malam hari. Setelah kejadian, DS membersihkan TKP dengan cairan itu sebelum kabur. Ia sempat merasa aman karena yakin tidak ada sidik jari tersisa, tapi kelalaian kecil meninggalkan botol di tempat sampah menjadi kesalahan fatal. DS ditangkap di rumahnya di kawasan Depok pada 11 Januari malam dan langsung ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan berencana.

Dampak dan Pelajaran dari Kasus Ini

Kasus ini menjadi perhatian karena menunjukkan betapa canggihnya upaya pelaku untuk menghilangkan jejak, tapi juga membuktikan bahwa teknologi forensik modern masih bisa mengungkap bukti meski sudah dirusak. Cairan pembersih yang awalnya dianggap sebagai petunjuk mati justru menjadi senjata makan tuan bagi pelaku. Polisi menyatakan bahwa penanganan TKP yang teliti dan analisis laboratorium yang mendalam menjadi kunci utama dalam kasus ini. Di sisi lain, kasus ini juga memicu diskusi tentang keamanan perempuan di tempat kerja serta pentingnya melaporkan ancaman dari mantan pasangan. Keluarga korban menyatakan lega pelaku akhirnya tertangkap, meski duka kehilangan tetap mendalam. Penyidik berencana membawa berkas perkara ke jaksa dalam waktu dekat.

Kesimpulan

Teka-teki cairan pembersih di TKP pembunuhan terapis spa akhirnya terjawab dengan penangkapan pelaku yang ternyata mantan pacar korban. Cairan yang dimaksudkan untuk menghapus jejak justru menjadi bukti kunci yang menjerat pelaku. Kasus ini menegaskan bahwa upaya menyembunyikan kejahatan dengan bahan kimia tidak selalu berhasil di era forensik modern. Keberhasilan polisi mengungkap kasus ini memberikan harapan bagi keluarga korban dan menjadi pelajaran berharga tentang bahaya hubungan toksik serta pentingnya penanganan TKP yang teliti dan cepat. Pelaku kini menghadapi ancaman hukuman berat, sementara masyarakat berharap kasus semacam ini bisa dicegah dengan edukasi dan pengawasan yang lebih baik.

BACA SELENGKAPNYA DI…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *